Kamis, 20 Oktober 2022

Latihan Jurus Ilmu pernafasan

 1.  Dasaran Baru (melatih olah nafas dahulu)

     Yang pertama harus diajarkan adalah jurus dasar, diajarkan berulang sampai anggota
     benar-benar faham gerak dasar yang diajarkan minimal satu kali pertemuan.

2.  Dasar Kasaran
     Jurus 1 : 60 – 80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
     Jurus 2 s/d 10 : Jumlah langkah disesuaikan dengan waktu.
     Untuk jurus yang terakhir jumlahnya diperbanyak.
 

3.  Tingkahan Kasaran
     Jurus 1 : 60 – 80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
     Jurus 2 s/d 10 : masing-masing 12 langkah.
     Tingkahan 1 Kasaran : 16 kali tanpa henti istirahat 10 menit. Di mulai lagi dan jumlah 
     jurus disesuaikan dengan waktu.
     Tingkahan 2 Kasaran : Setelah menggerakkan jurus Dasar Kasaran dilanjutkan gerakan 

     jurus Tingkahan 1 Kasaran 16 kali.  Istirahat 10 menit. Dimulai lagi dengan Tingkahan 2 
     Kasaran.
     Tingkahan 3 Kasaran : Setelah menggerakkan jurus dasar kasaran, dilanjutkan dengan 
     Tingkahan 1 dan Tingkahan 2 Kasaran masing-masing 10 kali. Lanjut dengan 
     Tingkahan 3 Kasaran disesuaikan dengan waktu.

4.  Halusan
     Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah)

     Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
     Tingkahan Kasaran : Masing-masing 6 kali
     Halusan Dasar : Masing-masing 6 langkah. Istirahat 10 menit.
     Tingkahan 1 Halusan : Digerakkan setelah istirahat jurus Dasar Kasaran 1-10, dengan 
      jumlah jurus disesuaikan waktu.
     Tingkahan 2 Halusan : Setelah menggerakkan jurus sampai dengan Tingkahan 1 
     Halusan. Istirahat 10 menit. Lanjut Tingkahan 2 Halusan sampai selesai.
     Tingkahan 3 Halusan : Setelah menggerakkan jurus sampai dengan Tingkahan 2 
     HalusanIstirahat 10 menit. Lanjut Tingkahan 3 Halusan sampai selesai.

5.  Pantek
     Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah ( setiap satu nafas 6 langkah)
     Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
     Tingkahan Kasaran : Masing-masing 6 kali.
     Persiapan Pantek : Minimal 16 kali.  Istirahat 10 menit.

     Pantek : Minimal 8 kali pola halusan.  Istirahat 10 menit.  

6.  Mahdi
     Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
     Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
     Tingkahan Kasaran : Masing-Masing 6 kali.
     Pantek : Minimal 4 kali pola halusan.
     Mahdi : Minimal 8 kali pola halusan.  Istirahat 10 menit.


7.  Syahbandar
     Jurus 1 dilakukan : 60-80 langkah (setiap satu nafas 6 langkah).
     Jurus 2 s/d 10 : Masing-masing 12 langkah.
     Tingkahan Kasaran : Masing-Masing 6 kali.
     Pantek : Minimal 4 kali pola halusan.

     Mahdi : Minimal 4 kali pola halusan.
     Persiapan Syahbandar : Minimal 16 kali.  Istirahat 10 menit. 

     Syahbandar : Minimal 16 kali. Istirahat 10 menit.
     Syahbandar Rangkap : Minimal 4 kali pola halusan.  Istirahat 10 menit.

8.  Payung
     Gerakan jurus Dasar Kasaran sampai Syahbandar Rangkap.
     Persiapan Payung 1 : Digerakkan berulang 10,2,4,3.
     Persiapan Payung 2 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 – 7,7,4,3.
     Persiapan Payung 3 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3.
     Persiapan Payung 4 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3 – 8,8,6,3.
     Persiapan Payung 5 : Digerakkan berulang 10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3 – 8,8,6,3 -

                                        10,2,4,6, dan tutup dengan jurus 1. 
     Persiapan Payung 6 : Digerakkan berulang dengan kuncinya sekaligus.    
                                        10,2,4,3 - 7,7,4,3 – 9,9,6,3 –10,2,4,6  dan di tutup dengan jurus 1.
     Persiapan Payung 7 : Langkah segi tiga.  Setelah hafal langkah gerak segi tiga. Maka 
                                        cara mulai latihan gerakkan terlebih dahulu PP6 sampai 6 kali.
                                        Lalu melatih langkah segi tiga dengan membalik arah, sampai 
                                        kembali lagi di posisi awal. Disertai dengan pengaturan nafas
                                        sebagai berikut :                                        
                                        Langkah ke-1 tarik dan tahan nafas, Langkah ke-4 berdiri jurus 
                                        delapan lepas nafas, bergerak terus sehingga membentuk segi 
                                        tiga.
     Persiapan Payung 8 : Merangkai langkah segi tiga kemudian menjadi satu kesatuan 
                                         jurus.
                                         Cara mulai latihannya dengan menggerakkan seluruh rangkaian 
                                         jurus PP 8. 
     Persiapan Payung 9 : Jurus angka delapan. Melatih gerak jurus angka delapan sampai 
                                         hafal.  Cara mulainya dengan menggerakkan terlebih dahulu 
                                         jurus PP8 seperti di atas minimal 4 kali kemudian melatih gerak 
                                         jurus angka delapan. Disertai dengan pengaturan nafas sebagai 
                                         berikut :
                                         - Latihan awal 4 langkah satu nafas.
                                         - Latihan ke-2, 8 langkah awal.
                                         - Latihan ke-3, 16 langkah satu nafas. 

     Persiapan Payung 10 : Merangkai gerak jurus angka 8 yang kemudian menjadi satu 
                                           kesatuan jurus.  Cara latihannya dengan menggerakkan seluruh 
                                           rangkaian jurus PP 10. 
     Persiapan Payung 11 : Jurus 7 rangkap, 10 rangkap. Melatih gerak jurus tersebut 
                                           sampai hafal. Gerakkan jurus PP 10 minimal 3 kali, lalu gerak 
                                           jurus 7 rangkap, 10 rangkap.  Pengaturan nafas sebagai berikut :
                                           jurus 7 rangkap : lepas nafas, Jurus 7 rangkap tarik nafas. 
     Persiapan Payung 12 : Merangkai jurus 10 rangkap yang kemudian menjadi satu 
                                           kesatuan. Gerakkan seluruh rangkaian jurus PP 12.
     Persiapan Payung 13 : Jurus tangkai. Gerakkan jurus PP 12 minimal 2 kali, lalu melatih 
                                           gerak jurus tangkai. Disertai dengan pengaturan nafas  
                                           sebagai berikut: 
                                           Jurus satu tarik tahan nafas dan lepaskan pada saat pelepasan 
                                           jurus tangkai.
     Persiapan Payung 14 : Merangkai gerak jurus tangkai yang kemudian menjadi satu 
                                           kesatuan jurus. Mulai gerakkan seluruh rangkai jurus PP1 s/d 
                                           PP14, semua dalam satu kesatuan (digerakkan dengan kasar
                                           baik jurus maupun nafas). 
     Persiapan Payung 15 : Menggerakkan PP 14 dengan cara halus dan penuh konsentrasi.
Continue reading Latihan Jurus Ilmu pernafasan

FILOSOFI JURUS 1 - 10


 
Jurus 1
Asal kita tidak ada dan dengan izin Allah SWT, bertemunya ovum dari Ibu dibuahi sperma dari Ayah maka jadilah janin yang dikandung oleh Ibu selama sembilan bulan, maka tidak boleh melupakan Ibu karena ridho Allah SWT itu merupakan ridhonya Ibu.
 
Jurus 2
Dengan izin Allah SWT, setelah kita dikandung sembilan bulan dilahirkan ke dunia.
 
Jurus 3
Setelah lahir kita bertebaran ke seluruh penjuru dunia, guna mencari nafkah yang Allah SWT berikan dan dengan jalan yang diridhoi-NYA, yaitu dengan menggunakan ilmu yang kita pelajari dan ilmu yang kita punya mencari karunia-NYA.
 
Jurus 4
Dalam menjalani kehidupan manusia selalu dihimpit oleh hambatan-hambatan. Hambatan kesengsaraan dan hambatan kebahagiaan. Cara untuk mengatasi berbagai hambatan itu kita harus berlapang dada, segala masalah pasti ada jalan keluarnya, jalani dengan penuh kesabaran.

Jurus 5
Sebelum mengambil keputusan perhitungkan dulu jati diri kita, dalam diri ada kelebihan dan kelemahan, yang tahu adalah diri kita sendiri, bukan orang lain.

Jurus 6
Semua masalah kehidupan akan selesai, dan sebelum masuk kubur hendaknya masalah-masalah hidup sudah terselesaikan.
a. Minta maaf atas kesalahan-kesalahan terhadap sesama mahluk Allah SWT.
b. Minta maaf atas kesalahan-kesalahan terhadap Allah SWT, yaitu :
b1. Melanggar perintah-NYA.
b2. Melakukan larangan-NYA.

Jurus 7
Dalam kehidupan ini ternyata tidak hanya dihimpit oleh berbagai masalah tapi juga dililit oleh masalah tersebut. Maka ada pepatah yang mengatakan semakin berada di tempat yang tinggi, maka semakin sakit terasa saat jatuh, semakin banyak masalah yang harus di hadapi.

Jurus 8
Semua masalah yang dihadapi bisa diatasi dengan pandangan jauh ke depan dan berpikir panjang, bertawakal kepada Allah SWT sambil berusaha.

Jurus 9
Dalam hidup ini banyak gosip dan kita harus mengatasinya dengan sabar, lapang dada, tawakal dan berusaha serta mau memaafkan kesalahan orang lain. Walaupun berusaha menutup diri untuk tidak ikut campur urusan orang lain kita tidak bisa terlepas dari gosip.

Jurus 10
Setelah berbagai masalah kehidupan dihadapi, pada akhirnya kita akan meninggal dan diusung oleh orang lain menuju alam kubur.  

Inti dari SINAR PUTIH adalah memiliki kesabaran dan ketenangan jiwa melalui pengosongan diri.
Tidak ada kekuatan apapun selain karena Allah (la hawla wa la quwwata illa billah).
.
Continue reading FILOSOFI JURUS 1 - 10

TINGKATAN

 TINGKATAN


01. Dasar Kasaran (1-10)
02. Tingkahan Kasaran (10 2 4 3)
03Tingkahan Kasaran 2 (9 6 7 6)
04Tingkahan Kasaran 3 (5 8 5 8)
05. Dasar Halusan (sama dengan kasaran gerakan halus)
06Tingkahan Halusan 1 (10 2 4 3) gerakan halus
07Tingkahan Halusan 2
08Tingkahan Halusan 3
09. Persiapan Pantek
10. Pantek
11. Mahdi
12Persiapan Syahbandar
13. Syahbandar Lengkap
14. Syahbandar Rangkap
15. Persiapan Payung
16. Payung 

Setelah menyelesaikan tingkat Payung, barulah seseorang dianggap sebagai anggota Sinar Putih secara resmi.  Tingkatan jurus setelah Payung, tidak lagi diberikan secara berurutan.
17. Syahbandar Kara Mahdi  
18. Hui In
19. Bayu Pamungkas  (12 Tingkat)
20. Payung Rasul   
21. Jurus Tanah
22. Al Manazil (7 Tingkat)
23. Sungkup
24. Panglayungan
Continue reading TINGKATAN

10 MACAM DASAR POKOK


1. Serahkan diri kita kepada Allah, resapkan
    a. Aku adalah milikNya, semua yang ada ini adalah milikNya ,  kehendakNya semua ini terjadi
    b. Rasakanlah Allah ada di mana-mana, lihatlah kekuasaanNya
2. Jangan mengembangkan kebiasaan buruk
3. Ingatlah kematian datang setiap waktu
4. Janganlah menyinggung perasaan orang lain
5. Jauhkan diri kita dari pergaulan dengan orang-orang busuk, tetapi bergaullah dengan orang-orang baik
6. Berikan kepada orang lain sebagian dari penghasilan kita
7. Makanlah yang halal. Cegah yang haram
8. a. Berkatalah yang benar
    b. Kembangkan kesabaran
9. Jangan berangan-angan
10. Kalau kita bekerja sesuaikan, camkanlah, aku mengerjakan ini hanya untuk Allah


Continue reading 10 MACAM DASAR POKOK

SEJARAH ORGANISASI LBD SINAR PUTIH

 DIDIRIKAN DI YOGYAKARTA PADA TANGGAL : 2 MEI 1980

SUSUNAN PENGURUS
Pembina                                          Drs. H. Mudhoffar Assidieq
Ketua Yayasan                                Drs Suharto
Ketua Umum                                   H. Achmadi SH
Ketua Ilmu Pernafasan                   Syami’ar Jumasa
Ketua Ilmu Sila                               Drs. Wiranto
LAMBANG :


ARTI LAMBANG SINAR PUTIH
Tanggal berdirinya dilambangkan oleh : Jumlah sinar 5 buah setiap kelompoknya, menandakan 2 dan5 artinya : tanggal 2 bulan 5
Jumlah kelompok sinar : 8 buah menandakan tahun 8, lingkaran paling luar menandakan angka 0 jadi bila digabungkan menjadi angka 8 dan 0, menandakan tahun 80 (tanggal 2 bulan 5 tahun 1980)
Gambar Orang : Menandakan setiap anggota sinar putih selalu siap menghadapi segala rintangan .
Baju Merah (Warna Merah): Artinya berani menghadapi segala rintangan berdasarkan kebenaran
Warna Celana Hitam (Warna Hitam) : Artinya keteguhan hati
Biru (Background) : Artinya kesejukan jiwa aggota sinar putih

Sinar Putih : Artinya setiap anggota LBD Sinar Putih harus mampu menyinari kebaikan untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya
Lembaga Beladiri Sinar Putih dirintis dan didirikan oleh: Drs. H. Mudhofar Ash-Shidiq, H. Djurami Bakri BA., Ponco Diharjo.
Ilmu beladiri yang dikembangkan di Lembaga Beladiri Sinar Putih adalah ilmu beladiri silat dan ilmu pernafasan. Silat yang diajarkan banyak diwarnai oleh silat dari daerah Kalimantan Selatan dan silat dari Pasundan Jawa Barat. Sehingga silat yang diajarkan dan dikembangkan oleh Lembaga Beladiri Sinar Putih adalah merupakan hasil budaya nenek moyang bangsa Indonesia.
Awal kegiatan Lembaga Beladiri Sinar Putih, hanya latihan ilmu beladiri silat yang terbatas pada kalangan kampung Tegalmulyo Wirobrajan Yogyakarta dan sekitarnya, yang dibimbing langsung oleh Bapak Drs. H. Mudhofar Ash-Shiddiq. Kegiatan ini kemudian diorganisir dalam suatu lembaga yang diberi nama “ SINAR PUTIH ”, yang kemudian diresmikan pada tanggal 2 Mei 1980.

Para pendiri Lembaga Beladiri Sinar Putih menyadari dan merasa bertanggung-jawab, sebagai bangsa Indonesia yang wajib turut serta meningkatkan keselamatan, kesejahteraan bangsa Indonesia. Serta didorong oleh keinginan luhur untuk dapat membantu keinginan pemerintah membantu melaksanakan pembangunan bangsa dan negara seutuhnya. Terutama dalam pendidikan jasmani dan rohani khususnya bagi generasi muda untuk mempersiapkan jiwa dan raga agar dapat turut serta dalam pembangunan negara. Maka para pendiri Lembaga Beladiri Sinar Putih merasa perlu untuk mengembangkan dan menyebarluaskan kegiatan. Sehingga tidak hanya terbatas pada kalangan kampung Tegalmulyo, akan tetapi meliputi seluruh daerah Republik Indonesia.

Pada perkembangan selanjutnya Lembaga ini ditingkatkan menjadi sebuah Yayasan, yang juga diberi nama Yayasan Sinar Putih secara resmi dibentuk pada tanggal 20 Oktober 1987, dengan akte notaris No. 62/X/1987, memperoleh nomor badan hukum yang  dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta No. 136/87/X/Y.
Yayasan ini bergerak dalam empat bidang kegiatan yaitu :
a. Kegiatan Beladiri.
b. Kegiatan Koperasi.
c. Kegiatan Pendidikan
d. Kegiatan Sosial.

Untuk merealisasikan kegiatannya maka Yayasan ini melakukan usaha sebagai berikut :
a. Mengusahakan dan mendirikan perguruan beladiri.
    Karena adanya dukungan dan pengakuan dari masyarakat yaitu dengan semakin 

    banyaknya para peminat, khususnya dari anak muda dan orang tua untuk mengikuti    
    latihan di Lembaga Beladiri Sinar Putih, sebagian dari kalangan masyarakat Yogyakarta
    mendorong Lembaga Beladiri Sinar Putih untuk membuka dan mendirikan cabang / unit 
    latihan. Sehingga sejak berdirinya sampai sekarang telah mencakup hampir semua 
    provinsi di Indonesia.
    Sejalan dengan kemajuan dan perkembangan kegiatan, sejak tahun 1989 Lembaga 
    Beladiri Sinar Putih telah diakui sebagai anggota IPSI Cabang Kotamadya Yogyakarta
    No. 01/IPSI/KY/V/89. Kemudian nomor ini diperbaharui menjadi No.02/IPSI/KY/III/90.
b. Mendirikan sekolah dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi dan kursus keterampilan.
    Pada saat ini telah mengadakan kegiatan formal yaitu berupa sekolah dasar, dan non     
    formal yaitu berupa TK Al-Qur’an, kursus komputer, Pondok pesantren Al-Amin, 
    Lembaga Bimbingan Haji dan Umrah. Saat ini sudah berdiri sekolah SD, dan dalam 
    waktu dekat akan mendirikan SMP di lokasi yang berdekatan.
c. Mendirikan koperasi.
    Terdapat berbagai macam jenis barang kebutuhan masyarakat, sekolah, keperluan 

    kantor, fotokopi, obat-obatan, wartel, bus pariwisata dan lain-lain.
d. Melakukan kegiatan sosial.
    Untuk bidang sosial telah melaksanakan beberapa kegiatan yang bersifat rutin maupun 

    insidental, yaitu pemberian beasiswa kepada anggota yang kurang mampu, pemberian
    bantuan kepada masyarakat, donor darah, bakti sosial dan sunatan masal.
    Kegiatan dalam bidang sosial ini telah mendapat peninjauan dan terdaftar di Dinas 
    Sosial Kotamadya Yogyakarta.

Dari uraian di atas tentang sejarah dan perkembangan Lembaga Beladiri Sinar Putih pusat, tampaklah bahwa perkembangan lembaga ini cukup pesat, baik dari jumlah cabangnya yang tersebar di beberapa daerah maupun dari jumlah kegiatannya.
Kantor "Sinar Putih" didirikan di Jl. Imogiri KM 5 Wojo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, dan berfungsi sebagai pengendali atau pengatur jalannya kegiatan baik di Pusat Yogyakarta maupun di cabang. 

Continue reading SEJARAH ORGANISASI LBD SINAR PUTIH